Trump Bongkar 8 Kecurangan China dalam Praktik Perdagangan Global

Selasa, 22 April 2025 - 07:29 WIB
Salah satu tudingan utama Trump adalah manipulasi nilai tukar oleh China. Ia mengingatkan bahwa pada 2019, pemerintahannya sempat menetapkan China sebagai manipulator mata uang, menyusul langkah Beijing yang membiarkan nilai yuan melemah terhadap dolar AS. Langkah itu dianggap sebagai cara untuk meningkatkan daya saing ekspor China.

Baca Juga: Barack Obama dan Michelle Gagal Capai Kesepakatan Cerai, Kekayaan Rp1,12 Triliun Jadi Rebutan

Kekhawatiran serupa muncul kembali setelah penerapan tarif baru oleh Trump awal bulan ini. Bank Sentral China menetapkan kurs tengah yuan pada posisi terlemah sejak 2023, dengan nilai tukar yuan dalam negeri mencapai 7,3509 terhadap dolar AS penutupan terendah sejak Desember 2007.

Meski demikian, sejumlah ekonom yang diwawancarai CNN memperkirakan bahwa China tidak akan kembali menggunakan manipulasi mata uang secara agresif. Mereka meyakini Beijing lebih memilih depresiasi bertahap guna menjaga stabilitas pasar finansial.

"Devaluasi tidak lagi menjadi senjata perdagangan yang efektif," ujar Direktur China untuk Eurasia Group, Dan Wang, dilansir dari Newsweek, Selasa (22/4/2025).

"Pemerintah China akan berusaha meyakinkan pasar bahwa mereka mampu menjaga stabilitas yuan dan mencegah aksi spekulatif," tambahnya.

Trump juga menyoroti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebagai bentuk kecurangan terselubung, meski para ahli menegaskan bahwa PPN berbeda dari tarif karena diterapkan pada semua barang, baik lokal maupun impor.

Isu dumping juga menjadi sorotan, yakni praktik menjual produk di luar negeri dengan harga jauh lebih rendah dari pasar domestik. Dalam beberapa tahun terakhir, AS dan Uni Eropa menuduh China menjual produk seperti kendaraan listrik di pasar global dengan harga murah berkat dukungan subsidi besar dari pemerintah.

Laporan Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut bahwa antara 2009 hingga 2022, subsidi yang diberikan Pemerintah China telah menurunkan harga ekspor dan meningkatkan volume ekspor untuk produk logam, mebel, hingga otomotif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!