Kemarin Pusing Nyari Vaksin, Sekarang Ribet Nentuin Harganya
Minggu, 06 September 2020 - 17:00 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara yang juga Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan, vaksin Covid-19 berbayar ini tergantung penjual yang menetapkan. Hal ini seiring vaksin Covid-19 berbayar ini diproduksi pemerintah dengan Sinovac asal China.
"Mengenai harga dinamikanya tinggi tergantung masing-masing penjual. Yang menetapkan harga bukan saya yang netapin penjualnya," kata Erick. ( Baca juga:Jerman Ancam Jatuhkan Sanksi pada Rusia Terkait dengan Navalny )
Dia mencontohkan, harga vaksin Covid-19 di rentang USD5 hingga USD10 tergantung dari pabrik yang membuat. Saat ini Indonesia bekerja sama dengan China yaitu Sinovac untuk pembuatan vaksin Covid-19. Adapun, harga yang berbeda ini tetap akan memiliki kualitas yang sama.
"Walaupun harganya berbeda namun kalau ditanya kualitas bagus karena udah uji klinis ketiga dan kualitasnya sama," ujarnya.
Dia pun menambahkan agar vaksin merah putih ini bisa dibuat. Hal ini agar harga vaksin asal Indonesia bisa ditentukan oleh pemerintah untuk dijual ke beberapa negara.
"Mengenai harga dinamikanya tinggi tergantung masing-masing penjual. Yang menetapkan harga bukan saya yang netapin penjualnya," kata Erick. ( Baca juga:Jerman Ancam Jatuhkan Sanksi pada Rusia Terkait dengan Navalny )
Dia mencontohkan, harga vaksin Covid-19 di rentang USD5 hingga USD10 tergantung dari pabrik yang membuat. Saat ini Indonesia bekerja sama dengan China yaitu Sinovac untuk pembuatan vaksin Covid-19. Adapun, harga yang berbeda ini tetap akan memiliki kualitas yang sama.
"Walaupun harganya berbeda namun kalau ditanya kualitas bagus karena udah uji klinis ketiga dan kualitasnya sama," ujarnya.
Dia pun menambahkan agar vaksin merah putih ini bisa dibuat. Hal ini agar harga vaksin asal Indonesia bisa ditentukan oleh pemerintah untuk dijual ke beberapa negara.
(uka)
Lihat Juga :