Dihantam Tarif Trump, Arus Modal Keluar dari Indonesia Capai Rp46,7 Triliun
Kamis, 24 April 2025 - 18:58 WIB
Menurut Perry, arus keluar tersebut tidak disebabkan oleh perbedaan imbal hasil (yield) antar negara, melainkan murni akibat ketidakpastian global dan naiknya risk appetite investor terhadap aset aman seperti obligasi pemerintah Eropa, Jepang, dan emas.
Terkait nilai tukar, Perry mengakui bahwa tekanan juga terjadi pada rupiah, seiring dengan tekanan terhadap mata uang negara berkembang lainnya. Pada puncaknya, selama libur Lebaran ketika pasar domestik tutup, nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp17.400 di pasar offshore non-delivery forward (NDF).
Namun Bank Indonesia, kata Perry, merespons cepat dan tegas melalui intervensi di pasar NDF luar negeri serta pasar spot domestik.
“Sejak Rapat Dewan Gubernur 7 April 2025, kami melakukan intervensi 24 jam di berbagai pasar – Asia, Eropa, hingga New York. Alhamdulillah pada pembukaan pasar 8 April, rupiah menguat ke Rp16.865 dan saat ini stabil di kisaran Rp16.800,” ungkapnya.
BI memastikan bahwa stabilitas rupiah tetap terjaga sejalan dengan nilai fundamentalnya, didukung oleh imbal hasil aset domestik yang kompetitif, inflasi yang terkendali, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang positif.
Terkait nilai tukar, Perry mengakui bahwa tekanan juga terjadi pada rupiah, seiring dengan tekanan terhadap mata uang negara berkembang lainnya. Pada puncaknya, selama libur Lebaran ketika pasar domestik tutup, nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp17.400 di pasar offshore non-delivery forward (NDF).
Namun Bank Indonesia, kata Perry, merespons cepat dan tegas melalui intervensi di pasar NDF luar negeri serta pasar spot domestik.
“Sejak Rapat Dewan Gubernur 7 April 2025, kami melakukan intervensi 24 jam di berbagai pasar – Asia, Eropa, hingga New York. Alhamdulillah pada pembukaan pasar 8 April, rupiah menguat ke Rp16.865 dan saat ini stabil di kisaran Rp16.800,” ungkapnya.
BI memastikan bahwa stabilitas rupiah tetap terjaga sejalan dengan nilai fundamentalnya, didukung oleh imbal hasil aset domestik yang kompetitif, inflasi yang terkendali, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang positif.
Lihat Juga :