15 Negara Bakal Dapat Negosiasi Istimewa dari AS, Bagaimana Indonesia?
Senin, 28 April 2025 - 11:00 WIB
Sebagai informasi tarif yang disebut "Hari Pembebasan" Trump pada 2 April itu telah memicu gejolak di pasar saham dunia. Seminggu kemudian, Trump berbicara melalui telepon dengan Keller-Sutter dalam percakapan yang fokus pada tarif. Dia menekankan "peran penting perusahaan dan investasi Swiss" di AS.
Beberapa jam kemudian, Trump mengumumkan untuk menghentikan tarif baru yang curam di sekitar 60 negara selama 90 hari. Hingga menghembuskan spekulasi di beberapa media Swiss bahwa obrolannya dengan Trump mungkin berperan dalam perubahan arah AS.
Baca Juga: Lawan Tarif Trump, Kemendag Siapkan 21 Perjanjian Dagang Baru dengan Berbagai Negara
Pada hari Kamis, Menteri Luar Negeri Swiss Ignazio Cassis, selama perjalanan ke Beijing, mengatakan tarif AS telah mendorong negara-negara yang terkena dampak ke dalam "semacam koalisi" untuk mencoba mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Beberapa jam kemudian, Trump mengumumkan untuk menghentikan tarif baru yang curam di sekitar 60 negara selama 90 hari. Hingga menghembuskan spekulasi di beberapa media Swiss bahwa obrolannya dengan Trump mungkin berperan dalam perubahan arah AS.
Baca Juga: Lawan Tarif Trump, Kemendag Siapkan 21 Perjanjian Dagang Baru dengan Berbagai Negara
Pada hari Kamis, Menteri Luar Negeri Swiss Ignazio Cassis, selama perjalanan ke Beijing, mengatakan tarif AS telah mendorong negara-negara yang terkena dampak ke dalam "semacam koalisi" untuk mencoba mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
(akr)
Lihat Juga :