Ekonomi Diganggu Tarif Trump, Begini Respons Dirut BRI

Rabu, 30 April 2025 - 11:52 WIB
"Perlu dicatat bahwa ekonomi Indonesia, termasuk bisnis bank rakyat Indonesia, lebih banyak bergantung pada domestic demand atau konsumsi domestik. Sehingga selain dari depresiasi mata uang yang terjadi, perang tarif diproyeksikan tidak berdampak terlalu signifikan untuk bisnisnya BRI maupun juga untuk Indonesia," imbuhnya.

Hery juga menyoroti fundamental ekonomi Indonesia yang resilien, tercermin dari cadangan devisa yang memadai, yang tercatat naik dari USD155,7 miliar pada akhir Desember 2024 menjadi USD157,1 miliar pada akhir Maret 2025. Selain itu, konsumsi domestik masih menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat masih tumbuh positif.

Meskipun demikian, Hery mengakui bahwa konsumsi domestik masih belum pulih sepenuhnya jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi COVID-19. Hal ini menjadi tantangan bagi sektor UMKM yang sangat bergantung pada daya beli masyarakat.

Dalam kondisi tersebut, BRI terus memperkuat perannya sebagai bank yang pro rakyat dengan tetap fokus menumbuhkan, mengembangkan, dan memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia sebagai upaya nyata dalam mendukung pertumbuhan dan ketahanan ekonomi Indonesia.

"Dalam kondisi tersebut, BRI terus memperkuat perannya sebagai bank yang pro rakyat dengan tetap fokus tumbuh, kembangkan, dan memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM di Indonesia sebagai upaya nyata dalam mendukung pertumbuhan dan ketahanan ekonomi Indonesia," terang Hery.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!