Sah! Harta Karun Logam Tanah Jarang Ukraina Bakal Dicaplok AS

Kamis, 01 Mei 2025 - 07:58 WIB
Dalam sebuah postingan di Truth Social pada 25 April, dia menuduh Vladimir Zelensky "terlambat tiga minggu" dalam menandatanganinya dan menuntut agar itu diselesaikan "segera."

Meskipun perjanjian mineral tidak secara eksplisit menyertakan jaminan keamanan AS untuk Ukraina, namun digambarkan sebagai "ekspresi dari penyelarasan strategis jangka panjang yang lebih luas . . . dan demonstrasi nyata dukungan Amerika Serikat untuk keamanan, kemakmuran, rekonstruksi, dan integrasi Ukraina ke dalam kerangka ekonomi global," menurut Financial Times.

Zelensky pekan lalu mengatakan, bahwa Kiev berharap bisa menerima bantuan keamanan jangka panjang dari Washington, mirip dengan model AS-Israel.

Sementara itu, Trump menolak mengklarifikasi apakah AS akan terus memberikan bantuan militer ke Ukraina jika kesepakatan damai antara Kiev dan Moskow tidak tercapai. "Saya ingin meninggalkan itu sebagai rahasia besar, karena saya tidak ingin merusak negosiasi," katanya dalam sebuah wawancara dengan ABC News pada hari Selasa.

Baca Juga: Mengulik Kesepakatan Logam Tanah Jarang AS-Ukraina, Siapa Untung dan Apa Isinya?

Axios melaporkan pekan lalu bahwa Washington telah memberikan Kiev apa yang disebut Presiden Donald Trump sebagai "tawaran terakhir" untuk menyelesaikan konflik.

Amerika Serikat telah frustrasi karena kurangnya kemajuan dalam negosiasi damai. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, pekan lalu bahwa Washington dapat menarik diri dari pembicaraan sepenuhnya jika mereka terhenti.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!