Alasan Vietnam Lebih Menarik Buat Investasi, Indonesia Banyak Preman

Jum'at, 02 Mei 2025 - 19:26 WIB
Tak hanya itu, sektor keuangan juga menjadi perhatian. Ia mencatat tingginya net interest margin perbankan yang menyebabkan kredit menjadi mahal dan sulit diakses.

"Pengembangan pasar modal sangat penting untuk menciptakan persaingan sehat dengan sektor perbankan, menurunkan suku bunga, dan menyediakan alternatif pembiayaan jangka panjang," ujar dia.

Di sisi lain, pihaknya juga menyoroti praktik manipulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang banyak dimanfaatkan untuk kepentingan rent-seeking. Ia mencontohkan sektor elektronik, di mana praktik impor barang dari luar negeri dengan hanya mengganti kemasan dianggap memenuhi syarat TKDN. "Praktik seperti ini justru merusak daya tarik investasi yang berkualitas di Indonesia," jelasnya.

Dia pun menekankan pentingnya keseriusan dalam menyusun kebijakan terkait perjanjian perdagangan bebas, insentif pajak, dan pemberantasan ekonomi informal. Ia mencatat bahwa sektor ekonomi informal di Indonesia mencapai lebih dari 15% dari PDB, yang merugikan penerimaan negara dan industri nasional.

Baca Juga: Lampaui Jakarta, Investasi Luar Jawa di Kuartal I/2025 Sentuh Rp235,9 T
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!