Intip Kinerja Kliring Berjangka Indonesia di Tengah Gejolak Global

Jum'at, 02 Mei 2025 - 20:04 WIB
Menyambut peralihan pengawasan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), PT KBI telah menyusun strategi tiga pilar: penguatan kolaborasi dengan regulator melalui penyesuaian kebijakan, penyelarasan sistem manajemen risiko sesuai standar OJK-BI, serta peningkatan kapabilitas SDM melalui program upskilling.

Budi menambahkan, “Capaian 2024 menjadi batu pijakan untuk membangun ekosistem komoditas yang transparan dan berkelanjutan.” Pada Kuartal I/2025, perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan 26,43% (YoY) dengan lonjakan volume transaksi komoditas Loco London di Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX) sebesar 20,2%, mencapai 1.491.864 lot dibanding periode yang sama dengan tahun sebelumnya (1.240.323 lot).

Menghadapi tantangan “Currency-Commodity Double Squeeze” kombinasi kenaikan harga emas sebagai safe-haven global dan penguatan USD terhadap Rupiah, PT KBI fokus pada optimalisasi sistem yang bersinergi dengan kebijakan regulator, perluasan jaringan Resi Gudang, serta peningkatan keamanan transaksi.

Baca Juga: Perluas Sinergitas, BJTM Teken MoU dengan KBI dan KPBI

Pencapaian ini sejalan dengan agenda Holding BUMN Danareksa dalam memperkuat ketahanan ekonomi melalui pengembangan pasar berdaya saing global. Dengan fondasi kinerja yang solid, PT KBI siap menghadapi tantangan ke depan sembari terus berkontribusi pada stabilitas perdagangan komoditas nasional.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!