Campakkan BRICS, Arab Saudi Incar Kesepakatan dengan AS Rp1.651 Triliun

Jum'at, 09 Mei 2025 - 11:08 WIB
Keengganan Arab Saudi gabung dengan BRICS dinilai sebagai strategi untuk menjaga fleksibilitas diplomatik. Riyadh tampak ingin mempertahankan hubungan baik dengan dua kekuatan global sekaligus AS dan negara-negara BRICS sembari memaksimalkan manfaat ekonomi dari keduanya.

"Saudi masih melihat banyak sekali manfaat dari keterlibatan dengan BRICS dan negara-negara anggotanya. Mereka akan terus melakukan double dipping atau multi dipping dengan kemitraan global selama mereka bisa," ujar peneliti senior Arab Gulf States Institute di Washington, Robert Mogielnicki, dikutip dari Watcher Guru, Jumat (9/5).

Baca Juga: Trump Maki-maki Gubernur The Fed, Sebut Jerome Powell Tolol

Perhitungan Riyadh saat ini merupakan keuntungan jangka pendek yang bisa diperoleh dari AS lebih besar dibandingkan manfaat menjadi anggota BRICS. Langkah ini sejalan dengan upaya Arab Saudi mempertahankan target ambisius dalam Visi 2030 program pembangunan jangka panjang yang digagas Putra Mahkota Mohammed bin Salman termasuk transformasi ekonomi nonmigas dan modernisasi pertahanan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!