Mata Uang Asia Ramai-ramai Balik Melawan Dolar AS
Jum'at, 09 Mei 2025 - 18:40 WIB
Gelombang aksi jual dolar di Asia menjadi peringatan buat greenback, setelah selama beberapa dekade aset Amerika Serikat (AS) menjadi pilihan. Foto/Dok
JAKARTA - Gelombang aksi jual dolar di Asia menjadi peringatan buat greenback, setelah selama beberapa dekade aset Amerika Serikat (AS) menjadi pilihan. Penguatan dolar Taiwan meluas untuk mendorong lonjakan mata uang di Singapura, Korea Selatan, Malaysia, China dan Hong Kong.
Pergerakan tersebut menjadi alarm bagi dolar karena ada pergerakan arus modal ke ke Asia dalam skala besar, memberikan pertanda bahwa pilar utama yang menopang dolar sedang goyah.
Lonjakan 10% mata uang Taiwan dalam dua hari menjadi sinyal, diikuti penguatan dolar Hong Kong dan dolar Singapura telah melonjak mendekati level tertinggi dalam lebih dari satu dekade.
Baca Juga: Warren Buffett: Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
"Bagi saya, hal ini memiliki nuansa krisis Asia yang mulai berbalik arah," kata Louis-Vincent Gave, pendiri Gavekal Research dalam sebuah podcast ketika menjelaskan kecepatan pergerakan mata uang.
Pergerakan tersebut menjadi alarm bagi dolar karena ada pergerakan arus modal ke ke Asia dalam skala besar, memberikan pertanda bahwa pilar utama yang menopang dolar sedang goyah.
Lonjakan 10% mata uang Taiwan dalam dua hari menjadi sinyal, diikuti penguatan dolar Hong Kong dan dolar Singapura telah melonjak mendekati level tertinggi dalam lebih dari satu dekade.
Baca Juga: Warren Buffett: Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
"Bagi saya, hal ini memiliki nuansa krisis Asia yang mulai berbalik arah," kata Louis-Vincent Gave, pendiri Gavekal Research dalam sebuah podcast ketika menjelaskan kecepatan pergerakan mata uang.
Lihat Juga :