Mata Uang Asia Ramai-ramai Balik Melawan Dolar AS
Jum'at, 09 Mei 2025 - 18:40 WIB
Pada tahun 1997 dan 1998, pelarian modal menenggelamkan mata uang dari Thailand ke Indonesia dan Korea Selatan dan meninggalkan kawasan itu dalam krisis yang berkepanjangan. Sejak itu, negara-negara Asia berbalik memperkuat cadangan dolar dan menginvestasikannya dalam surat utang AS.
"Sejak krisis Asia, tabungan Asia tidak hanya terjadi besar-besaran, tetapi mereka memiliki kecenderungan untuk dipindahkan ke Treasury AS. Dan sekarang, tiba-tiba, perdagangan itu tidak lagi terlihat seperti slam dunk satu arah yang telah terjadi begitu lama," kata Gave Gavekal's.
Para pelaku pasar di Taiwan mengaku kesulitan mengeksekusi perdagangan, lantaran adanya gelombang penjualan dolar secara sepihak, dan berspekulasi bahwa aksi tersebut setidaknya diam-diam didukung oleh bank sentral. Disebutkan juga volume besar terjadi di pasar Asia lainnya.
Pada intinya, para analis menerangkan, lonjakan ini dipicu oleh tarif agresif Presiden AS Donald Trump. Efeknya mengguncang kepercayaan investor pada dolar dan menjungkirbalikkan aliran perdagangan dolar ke aset AS.
Pertama, penerimaan para eksportir terutama di China diperkirakan bakal menyusut. Kedua, ketakutan akan penurunan AS membayangi pengembalian aset AS.
"Kebijakan Trump telah melemahkan kepercayaan pasar pada kinerja aset dolar AS," kata Gary Ng, ekonom senior di Natixis.
"Sejak krisis Asia, tabungan Asia tidak hanya terjadi besar-besaran, tetapi mereka memiliki kecenderungan untuk dipindahkan ke Treasury AS. Dan sekarang, tiba-tiba, perdagangan itu tidak lagi terlihat seperti slam dunk satu arah yang telah terjadi begitu lama," kata Gave Gavekal's.
Para pelaku pasar di Taiwan mengaku kesulitan mengeksekusi perdagangan, lantaran adanya gelombang penjualan dolar secara sepihak, dan berspekulasi bahwa aksi tersebut setidaknya diam-diam didukung oleh bank sentral. Disebutkan juga volume besar terjadi di pasar Asia lainnya.
Pada intinya, para analis menerangkan, lonjakan ini dipicu oleh tarif agresif Presiden AS Donald Trump. Efeknya mengguncang kepercayaan investor pada dolar dan menjungkirbalikkan aliran perdagangan dolar ke aset AS.
Pertama, penerimaan para eksportir terutama di China diperkirakan bakal menyusut. Kedua, ketakutan akan penurunan AS membayangi pengembalian aset AS.
"Kebijakan Trump telah melemahkan kepercayaan pasar pada kinerja aset dolar AS," kata Gary Ng, ekonom senior di Natixis.
Lihat Juga :