Driver Ojol hingga Konsumen Bisa Dirugikan Jika Grab dan Gojek Merger

Sabtu, 10 Mei 2025 - 19:15 WIB
Dia juga menyoroti perusahaan ride-hailing lain mungkin kesulitan bertahan di pasar jika tidak mampu bersaing dengan entitas hasil merger. Tanpa kompetitor yang kuat, mitra pengemudi dikhawatirkan akan kehilangan daya tawar dalam sistem yang lebih ketat.

"Dominasi satu pemain besar berpotensi menciptakan pasar yang tidak adil. Kita tidak hanya berbicara soal bisnis, tetapi juga keberlangsungan hidup ratusan ribu mitra ojol di Indonesia," tegasnya.

Baca Juga: Jaminan Aman dari Komdigi: Merger XL-Smartfren Tak Akan Berujung PHK!

Reuters sebelumnya melaporkan, Grab telah menunjuk penasihat untuk menangani rencana akuisisi tersebut dan sedang berdiskusi dengan sejumlah bank untuk membahas pendanaan terkait kesepakatan. Grab dilaporkan sedang mencari pinjaman sebesar USD2 miliar untuk membiayai rencana akuisisi, dengan valuasi Gojek Tokopedia diperkirakan lebih dari USD7 miliar.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!