Mendorong Kemudahan Akses Pendanaan untuk Sertifikasi Sawit Berkelanjutan ISPO

Minggu, 11 Mei 2025 - 22:04 WIB
Menurutnya dana BPDPKS terkesan sangat sulit diakses oleh petani sawit, padahal terang Sabarudin bahwa dana ini dipungut dari hasil potongan harga Tandan Buah Sawit (TBS) petani. Bahan terang dia pungutanya tidak main-main, dimana setiap tahun berkisar sekitar Rp20-50 triliun.

"Kami tidak ingin dana ini hanya digunakan untuk kepentingan program biodiesel yang hanya menguntungkan perusahan-peruhaan besar industry biodiesel. Kami sadari program biodiesel juga penting, dan itu juga kita dukung," paparnya.

Namun terang dia, tanpa kemudahan akses pendanaan dari BPDPKS, maka sertifikasi ISPO ini bisa mandek. Sabarudin mengingatkan, sangat penting bagi petani sawit membuka lapangan kerja sekitar 3,6 juta secara langsung yang bekerja di kebun sawit. Selain itu negeri juga diuntungkan sebagai sumber devisa sekitar Rp300 triliun setiap tahunya.

Baca Juga: Merajut Harmoni Petani Swadaya Kelola Sawit Berkelanjutan

"Sertifikasi ISPO akan meningkatkan produktifitas petani sawit ini tentu akan berkontribusi positif untuk produksi minyak sawit Indonesia, melalui perbaikan sistem manajemen di petani sawit misalnya penerapan budidaya sawit sesuai dengan GAP/BMP, pengelolan lingkungan perkebunan sawit dengan baik, hasilnya akan ada peningkatan produktifitas bagi petani dan kesejahteraan bagi petani," ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!