Negara Kaya Asia Ini Terancam Krisis Utang, APBN Tekor Nyaris Rp1.186 Triliun per Tahun

Senin, 12 Mei 2025 - 09:03 WIB
Masalahnya diperparah dengan status Korea Selatan sebagai penerbit mata uang non-reserve currency. Tanpa bantalan permintaan global untuk mata uangnya, Seoul harus bergantung pada surplus transaksi berjalan dan kehati-hatian fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, banjir janji pengeluaran populis telah menjungkirbalikkan keseimbangan tersebut, menyisakan sedikit selera politik atau kapasitas untuk melakukan pengetatan ikat pinggang yang serius.

Baca Juga: Zelensky Siap Berunding Langsung dengan Putin untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina

Situasi ini menjadi lebih genting ketika dilihat melalui lensa pertumbuhan jangka panjang. Jika ekonomi berkembang dengan lancar, tingkat pengeluaran ini mungkin bisa dipertahankan.

Namun, sekarang tidak demikian. Korea Development Institute memperingatkan tingkat pertumbuhan potensial negara ini dapat jatuh ke nol pada 2040 dan menjadi negatif pada akhir tahun 2040-an titik kritis yang telah merayap maju selama hampir satu dekade.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!