China-AS Baikan Soal Tarif, Perusahaan Logam Tanah Jarang Minta Kepastian

Sabtu, 17 Mei 2025 - 13:01 WIB
Langkah-langkah yang disepakati dalam ketentuan de-eskalasi 90 hari tarif seharusnya mulai berlaku dari hari Rabu. Pernyataan terpisah dari pemerintah berjanji untuk menindak penyelundupan mineral kritis, termasuk tanah jarang.

Hal ini dianggap sebagai sinyal bahwa Beijing berniat untuk mempertahankan kontrol ekspornya, kata salah satu sumber terkait. Sebuah akun yang terkait dengan televisi China juga memposting di media sosial bahwa kontrol tersebut akan tetap berlaku.

Kementerian perdagangan tidak segera menanggapi faks yang meminta komentar terkait hal itu seperti dilansir Bloomberg. "Di bawah kesepakatan 12 Mei, era lisensi ini kemungkinan akan tetap berlaku, tetapi Beijing kemungkinan akan mempercepat waktu aplikasi dan mengurangi tingkat penolakan lisensi," menurut catatan dari Stratfor.

Perintah mengatur pasokan unsur tanah jarang hanyalah langkah terbaru dari Beijing untuk membatasi pasokan bahan strategis yang didominasi Negeri Tirai Bambu. Baca Juga: AS Menemukan Cara Mengalahkan China dalam Dominasi Logam Tanah Jarang

Larangan total Pemerintah menggunakan kombinasi pembatasan ekspor dan larangan total selama dua tahun terakhir terhadap kategori mineral kritis, yang aplikasinya mencakup berbagai industri, mulai dari laser dan radar hingga magnet, perangkat medis, dan amunisi. Selain itu ekspor bahan termasuk germanium, gallium, dan antimon ke AS dihentikan pada bulan Desember, dan larangan tersebut tetap berlaku.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!