AS Kalah, China dan Rusia Siap Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Bulan
Minggu, 18 Mei 2025 - 19:43 WIB
Proyek ILRS dianggap sebagai pesaing program Artemis yang dipimpin Amerika Serikat. Artemis berencana membangun stasiun ruang angkasa bulan orbital bernama Gateway mulai tahun 2027 dengan melibatkan NASA dan badan antariksa dari 55 negara anggota Badan Antariksa Eropa. Sementara itu, ILRS yang dipimpin oleh China dan Rusia mengusung pendekatan pangkalan permanen di permukaan Bulan.
China berencana mengundang 50 negara, 500 lembaga penelitian, dan 5.000 peneliti internasional untuk bergabung dalam proyek ILRS melalui inisiatif yang disebut Proyek 555. Selain Rusia, sejumlah negara lain seperti Pakistan, Venezuela, Belarusia, dan Afrika Selatan juga terlibat dalam ILRS.
Pembangunan pangkalan ini akan dimulai dengan misi Chang’e-8 China yang dijadwalkan meluncur pada 2028. Misi tersebut akan menjadi upaya pertama China untuk mendaratkan astronot di Bulan dan menjadi fondasi bagi pembangunan pangkalan permanen berawak di sana.
Selain reaktor nuklir, ILRS juga akan memanfaatkan panel surya raksasa sebagai sumber energi tambahan. Sistem distribusi listrik dan pemanas di permukaan Bulan akan menggunakan jaringan pipa dan kabel yang terintegrasi dengan pembangkit nuklir dan panel surya.
Sumber daya alam di Bulan, seperti oksida logam, logam tanah jarang, regolith, dan helium-3 yang potensial sebagai bahan bakar fusi nuklir, menjadi daya tarik utama bagi eksplorasi ini. ILRS diharapkan dapat membuka peluang penelitian dan pemanfaatan sumber daya tersebut secara berkelanjutan.
China telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam eksplorasi bulan sejak 2013 dengan misi penjelajah tak berawak dan pemetaan permukaan Bulan, termasuk sisi gelap Bulan yang selalu menghadap jauh dari Bumi. Pada Juni 2024, China menjadi negara pertama yang berhasil mengumpulkan batuan dari sisi gelap Bulan, sebuah prestasi bersejarah dalam eksplorasi antariksa.
China berencana mengundang 50 negara, 500 lembaga penelitian, dan 5.000 peneliti internasional untuk bergabung dalam proyek ILRS melalui inisiatif yang disebut Proyek 555. Selain Rusia, sejumlah negara lain seperti Pakistan, Venezuela, Belarusia, dan Afrika Selatan juga terlibat dalam ILRS.
Pembangunan pangkalan ini akan dimulai dengan misi Chang’e-8 China yang dijadwalkan meluncur pada 2028. Misi tersebut akan menjadi upaya pertama China untuk mendaratkan astronot di Bulan dan menjadi fondasi bagi pembangunan pangkalan permanen berawak di sana.
Selain reaktor nuklir, ILRS juga akan memanfaatkan panel surya raksasa sebagai sumber energi tambahan. Sistem distribusi listrik dan pemanas di permukaan Bulan akan menggunakan jaringan pipa dan kabel yang terintegrasi dengan pembangkit nuklir dan panel surya.
Sumber daya alam di Bulan, seperti oksida logam, logam tanah jarang, regolith, dan helium-3 yang potensial sebagai bahan bakar fusi nuklir, menjadi daya tarik utama bagi eksplorasi ini. ILRS diharapkan dapat membuka peluang penelitian dan pemanfaatan sumber daya tersebut secara berkelanjutan.
China telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam eksplorasi bulan sejak 2013 dengan misi penjelajah tak berawak dan pemetaan permukaan Bulan, termasuk sisi gelap Bulan yang selalu menghadap jauh dari Bumi. Pada Juni 2024, China menjadi negara pertama yang berhasil mengumpulkan batuan dari sisi gelap Bulan, sebuah prestasi bersejarah dalam eksplorasi antariksa.
Lihat Juga :