Gerakan Buang Dolar AS Meluas, Perdagangan 5 Negara Ini 93% Gunakan Mata Uang Lokal

Selasa, 20 Mei 2025 - 07:49 WIB
Baca Juga: Indonesia Dukung Thailand Gabung Penuh BRICS, Prabowo: Kami Bantu Fasilitasi

Dedolarisasi menjadi tren global yang semakin meluas terutama di antara negara-negara berkembang yang ingin mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Selain EAEU dan BRICS sejumlah aliansi ekonomi seperti CIS, SCO, GCC, dan ASEAN juga mulai mendorong penggunaan mata uang nasional dalam transaksi internasional mereka.

Volvach menegaskan, transisi ini bukanlah paksaan melainkan didorong oleh kepentingan ekonomi masing-masing negara. "Tidak mungkin untuk secara artifisial memaksa para partisipan dalam aktivitas ekonomi luar negeri untuk beralih ke satu mata uang. Ini adalah fondasi yang baik untuk pertumbuhan lebih lanjut," ungkapnya.

Baca Juga: Putin dan Trump Teleponan 2 Jam, Rusia Siap Bekerja untuk Akhiri Perang Ukraina

Fenomena dedolarisasi dinilai dapat mengurangi dominasi dolar AS dalam perdagangan global sekaligus menambah tekanan terhadap posisi mata uang tersebut sebagai cadangan devisa dunia. Para pengamat menilai, perubahan ini akan berdampak pada stabilitas keuangan global dan memperkuat kemandirian ekonomi negara-negara berkembang.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!