Percuma Kasih BLT, Masyarakat Cenderung Tahan Belanja
Senin, 07 September 2020 - 23:18 WIB
Sementara itu Chief Economist TanamDuit Ferry Latuhihin lebih optimistis, pemulihan ekonomi Indonesia bisa membentuk pola V-Shaped atau lebih tajam. Meskipun sepanjang bulan Juli dan Agustus lalu tingkat permintaan melemah, namun ini disebabkan dana pemulihan ekonomi yang belum terdistribusi dengan baik.
"Saya rasa bulan ini pencairannya akan lancar dan V-shaped bisa terjadi. Saya berbeda dengan yang meramalkan pola pemulihan U-shaped," ujar Ferry.
(Baca Juga: Pak Jokowi! Buruh Pengennya Naik Gaji Bukan BLT )
Menurutnya di negara seperti AS sendiri sudah ada tanda-tanda perekonomian akan menggeliat lagi. Angka pengangguran di AS turun drastis di bulan Agustus dari 10,2% ke 8,4%, sedang tingkat upah atau average hourly wages mengalami kenaikan 4,7%. Pertumbuhan ekonomi pasti akan lebih baik lagi bila vaksin sudah siap dan ketidakpastian ekonomi juga tentunya hilang.
Dampaknya, tidak ada lagi alasan pasar untuk berinvestasi di USD sebagai safe haven. "Jadi USD bisa tergelincir. Saya sendiri lebih pilih pegang saham IDX30 untuk jangka waktu minimal 6 bulan ke depan. Lebih panjang tentu lebih baik," ujarnya.
"Saya rasa bulan ini pencairannya akan lancar dan V-shaped bisa terjadi. Saya berbeda dengan yang meramalkan pola pemulihan U-shaped," ujar Ferry.
(Baca Juga: Pak Jokowi! Buruh Pengennya Naik Gaji Bukan BLT )
Menurutnya di negara seperti AS sendiri sudah ada tanda-tanda perekonomian akan menggeliat lagi. Angka pengangguran di AS turun drastis di bulan Agustus dari 10,2% ke 8,4%, sedang tingkat upah atau average hourly wages mengalami kenaikan 4,7%. Pertumbuhan ekonomi pasti akan lebih baik lagi bila vaksin sudah siap dan ketidakpastian ekonomi juga tentunya hilang.
Dampaknya, tidak ada lagi alasan pasar untuk berinvestasi di USD sebagai safe haven. "Jadi USD bisa tergelincir. Saya sendiri lebih pilih pegang saham IDX30 untuk jangka waktu minimal 6 bulan ke depan. Lebih panjang tentu lebih baik," ujarnya.
(akr)
Lihat Juga :