Siap-siap! China Bakal Tagih Utang Rp564,1 Triliun ke Negara Berkembang

Rabu, 28 Mei 2025 - 08:40 WIB
"Selama sisa dekade ini, China akan lebih menjadi pengumpul utang daripada bankir bagi dunia yang sedang berkembang," kata Riley Duke, penulis laporan tersebut seperti dilansir Reuters.

Ada 54 negara berkembang, pembayaran utang kepada China akan melebihi total pembayaran yang terutang kepada Paris Club dari pemberi pinjaman bilateral Barat, kata laporan tersebut.

"Saat Beijing beralih menjadi penagih utang (debt collector), pemerintahan Barat tetap fokus secara internal, dengan bantuan yang menurun dan dukungan multilateral yang menyusut," kata laporan tersebut, sembari memperingatkan tentang risiko kemunduran pembangunan dan ketidakstabilan.

Terjebak Utang China

Program Belt and Road Initiative (BRI) atau jalur sutra modern, membuat China menanamkan investasi besar-besaran dalam pembangunan infrastruktur. Pada akhirnya ambisi tersebut akan menghubungkan Asia ke Eropa, untuk kemudian diperluas ke seluruh dunia, terutama pada negara-negara berkembang.

Satu dekade kemudian, China menjadi penagih utang resmi terbesar di dunia dan jumlah penunggak utang China melonjak pada saat Beijing masih bergulat dengan masalah keuangannya sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!