PLN IP Dukung Implementasi Pembangkit Hijau di RUPTL 2025–2034

Kamis, 29 Mei 2025 - 22:14 WIB
PLN IP juga memperkuat portofolio EBT melalui PLN Indonesia Geothermal, yang tidak hanya mengembangkan pembangkit panas bumi, tetapi juga proyek PLTS dengan total kapasitas 21,5 Megawatt Peak (MWp) di berbagai wilayah seperti TMMIN, YIMM, dan AICC.

"Selama lima tahun terakhir, PLN Indonesia Geothermal telah menghasilkan energi hijau sebesar 5,6 GWh, setara dengan pengurangan emisi karbon sebanyak 4.760 ton CO₂e," kata Edwin.

Baca Juga: China Aktifkan Reaktor Thorium, Energi Nuklir Bersih Pertama di Dunia

Selain tenaga surya dan panas bumi, PLN IP siap mengembangkan berbagai potensi energi baru terbarukan lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan sumber EBT lainnya. Hal ini sejalan dengan peran strategis perusahaan sebagai pemain utama dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) nasional dan komitmennya mempercepat transisi energi.

Melalui program Hijaunesia dan Hydronesia, PLN IP membuka peluang kolaborasi dengan investor nasional dan global untuk mempercepat pembangunan pembangkit berbasis surya dan hidro di seluruh Indonesia. Sebagai subholding generation company terbesar di Asia Tenggara, PLN IP berkomitmen tidak hanya menjadi penyedia listrik andal, tetapi juga pionir dalam mendorong sistem energi nasional yang bersih, tangguh, dan berkelanjutan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!