BRICS dan Asia Lepas Aset AS Rp122.000 Triliun, Ancaman Besar bagi Amerika
Senin, 02 Juni 2025 - 07:46 WIB
Dalam lima bulan pertama 2025, terjadi penurunan investasi dalam obligasi dan Treasury AS senilai USD86,2 miliar. Sementara, investasi dalam aset berbasis mata uang lokal melonjak ke rekor tertinggi USD326 miliar angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Baca Juga: AS Kerahkan Kapal Induk Nuklir USS Nimitz ke Laut China Selatan, Ini Respons Marah China
Fenomena ini mengindikasikan pergeseran strategi keuangan global, di mana negara-negara berkembang lebih memilih instrumen keuangan domestik untuk memanfaatkan kenaikan imbal hasil dan memperkuat kemandirian ekonomi.
Analis menilai, langkah negara-negara BRICS dan Asia ini tidak hanya mempersempit akses pendanaan bagi AS, tetapi juga menggoyahkan dominasi dolar dalam sistem keuangan internasional. Bahkan, negara-negara Eropa yang selama ini menjadi sekutu utama AS pun mulai menjauh dari kebijakan fiskal Washington.
"Perkembangan ini kemungkinan besar telah memperluas basis investor dan mendorong lebih banyak penerbitan mata uang lokal pada tahun 2025," ujar Johnny Chen, Manajer Portofolio di William Blair.
Baca Juga: AS Kerahkan Kapal Induk Nuklir USS Nimitz ke Laut China Selatan, Ini Respons Marah China
Fenomena ini mengindikasikan pergeseran strategi keuangan global, di mana negara-negara berkembang lebih memilih instrumen keuangan domestik untuk memanfaatkan kenaikan imbal hasil dan memperkuat kemandirian ekonomi.
Analis menilai, langkah negara-negara BRICS dan Asia ini tidak hanya mempersempit akses pendanaan bagi AS, tetapi juga menggoyahkan dominasi dolar dalam sistem keuangan internasional. Bahkan, negara-negara Eropa yang selama ini menjadi sekutu utama AS pun mulai menjauh dari kebijakan fiskal Washington.
"Perkembangan ini kemungkinan besar telah memperluas basis investor dan mendorong lebih banyak penerbitan mata uang lokal pada tahun 2025," ujar Johnny Chen, Manajer Portofolio di William Blair.
(nng)
Lihat Juga :