BRICS dan Asia Lepas Aset AS Rp122.000 Triliun, Ancaman Besar bagi Amerika
Senin, 02 Juni 2025 - 07:46 WIB
Negara-negara BRICS, khususnya China, telah memimpin langkah ini. Sejak awal 2024, China dilaporkan telah menjual obligasi dan surat utang AS senilai sekitar USD150 miliar. Hasil dari penjualan tersebut sebagian besar dialihkan ke aset lain seperti emas dan mata uang lokal.
"Kita berada dalam tatanan dunia yang sedang berubah, dan saya tidak yakin kita akan kembali ke situasi sebelumnya," ujar Virginie Maisonneuve, Chief Investment Officer di Allianz Global Investors dikutip dari Watcher Guru, Senin (1/6).
Dia menambahkan, transformasi ini merupakan evolusi dari tatanan dunia pasca-Perang Dunia II, didorong oleh kebangkitan China dalam bidang ekonomi dan teknologi yang menyaingi dominasi AS.
Data terbaru dari Dealogic menunjukkan, penerbitan obligasi berbasis dolar AS oleh negara-negara asing mengalami penurunan tajam, yakni sebesar 19 persen pada 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Kita berada dalam tatanan dunia yang sedang berubah, dan saya tidak yakin kita akan kembali ke situasi sebelumnya," ujar Virginie Maisonneuve, Chief Investment Officer di Allianz Global Investors dikutip dari Watcher Guru, Senin (1/6).
Dia menambahkan, transformasi ini merupakan evolusi dari tatanan dunia pasca-Perang Dunia II, didorong oleh kebangkitan China dalam bidang ekonomi dan teknologi yang menyaingi dominasi AS.
Penerbitan Obligasi Dolar AS Menurun
Data terbaru dari Dealogic menunjukkan, penerbitan obligasi berbasis dolar AS oleh negara-negara asing mengalami penurunan tajam, yakni sebesar 19 persen pada 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lihat Juga :