OECD Pangkas Ekonomi Global Jadi 2,9% di 2025, Indonesia Tak Sampai 5%

Rabu, 04 Juni 2025 - 07:32 WIB
OECD merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi AS pada 2025 menjadi hanya 1,6%, turun dari 2,2% sebelumnya. Perlambatan ini dipicu oleh kebijakan tarif yang membebani konsumen dan investasi bisnis. Inflasi AS juga diperkirakan melonjak mendekati 4%, jauh di atas target Federal Reserve yang hanya 2%.

Sementara, pertumbuhan ekonomi China diproyeksikan melambat dari 4,8% menjadi 4,7%. Jepang bahkan mengalami penurunan lebih tajam, dari 1,1% menjadi 0,7%, akibat melemahnya ekspor dan konsumsi domestik.

Kawasan Zona Euro masih diperkirakan tumbuh sekitar 1%, meski OECD memperingatkan bahwa eskalasi perang dagang AS-Uni Eropa bisa membahayakan pemulihan ekonomi. Pembicaraan antara negosiator AS dan Uni Eropa di Paris diharapkan dapat meredakan ketegangan, terutama setelah ancaman tarif 50% AS terhadap produk-produk Eropa.

Proyeksi Ekonomi Indonesia



OECD memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 dari 4,9% menjadi 4,7%. Penurunan ini disebabkan oleh tekanan eksternal, seperti melemahnya permintaan global dan ketidakpastian kebijakan fiskal domestik. Jika negara-negara besar terus meningkatkan hambatan perdagangan, risiko resesi global akan semakin nyata. Organisasi ini mendorong dialog multilateral untuk mencegah perpecahan lebih lanjut dalam sistem perdagangan dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!