Hati-hati! Klaim Herbal Sembuhkan Covid-19 Marak di Pasaran, Cek Saja ke BPOM

Selasa, 08 September 2020 - 11:31 WIB
Menurut Ghufron, selain pengawasan, BPOM juga diharapkan bisa menjalankan fungsinya dalam membina dan mendampingi proses penelitian selama masa pandemik ini.

“Jika lembaga ini bisa mendampingi proses inovasi-inovasi nasional selama masa-masa seperti saat ini, tentu akan memperkuat ekosistem penelitian dan menghasilkan output yang lebih berkualitas. Meski demikian, dalam situasi tertentu, BPOM bisa mengeluarkan emergency use of authorization juga,” ungkapnya.

Berkaitan dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar BPOM baru-baru ini yang bertema “Dukungan Otoritas Regulator dalam Mendorong Kolaborasi dan Kerja Sama Obat dan Vaksin di Negara-Negara OKI”, Ghufron mengatakan bahwa hasil konkret dari pertemuan yang dilaksanakan secara daring tersebut adalah mempertegas posisi Indonesia di antara negara OKI terkait pengembangan vaksin Covid 19.

“Sehingga kemandirian vaksin bisa terealisasi dengan cepat. Seperti kerjasama Bio Farma dan Sinovac, Eijkman dengan Bio Farma, atau produksi sendiri seperti Unair. Apalagi antara kita dan OKI sudah sering bekerjasama, dan OKI merupakan pasar yang besar,” tambahnya.

(Baca Juga: Berupaya Boyong 290 Juta Vaksin Covid-19, Luhut Tebar Semangat Optimisme )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!