Dana Penjualan Chelsea Rp51,7 Triliun Dibekukan, Miliarder Abramovich Digugat

Sabtu, 07 Juni 2025 - 08:07 WIB
Pemerintah Inggris telah berkali-kali mengatakan bahwa Abramovich harus menggunakan uang hasil penjualan Chelsea itu untuk donasi atau bantuan kemanusiaan bagi Ukraina. Inggris berupaya mencapai kesepakatan dengan Abramovich soal penggunaan uang itu, tetapi belum ada kesepakatan.

Terbaru pada awal Juni 2025, pemerintah Inggris mengeluarkan pernyataan resmi bahwa tidak dapat mencapai kesepakatan tersebut dengan Abramovich sehingga mempertimbangkan untuk menyeretnya ke meja hijau.

Baca Juga: Pembekuan Aset Terbesar Sepanjang Sejarah Inggris: Terkait Abramovich dan 2 Rekan Miliarder

"Pemerintah bertekad untuk melihat hasil penjualan klub sepak bola Chelsea disalurkan untuk tujuan kemanusiaan di Ukraina, menyusul invasi ilegal skala penuh Rusia. Kami sangat frustrasi karena sejauh ini belum mungkin mencapai kesepakatan tentang hal ini dengan Tuan Abramovich," ujar Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves dan Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy dalam sebuah pernyataan bersama, dilansir dari Bloomberg pada Rabu (4/6/2025).

Pemerintah Inggris menyatakan pintu negosiasi dengan Abramovich akan tetap terbuka, bahkan siap mengupayakannya melalui pengadilan, jika dibutuhkan. Pihak Inggris ingin memastikan masyarakat Ukraina dapat memperoleh manfaat dari upaya tersebut sesegera mungkin.

Inggris telah bekerja sama dengan Komisi Eropa dan pemerintah Portugal -tempat Abramovich memegang kewarganegaraan- untuk memastikan kepatuhan terhadap sanksi dan menentukan tujuan dari hasil tersebut, tetapi prosesnya terbukti rumit.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!