Ketika Pariwisata Letoy, Sawit Tetap Perkasa Jadi Penyumbang Devisa
Selasa, 08 September 2020 - 13:44 WIB
Kenaikan terbesar untuk ekspor terjadi dengan tujuan India (52%) menjadi 583 ribu ton, Afrika (43,3%) menjadi 271 ribu ton, China (33%) menjadi 440 ribu ton, dan Pakistan (32%) menjadi 203 ribu ton. Kenaikan ekspor CPO ke India mencapai 206 ribu ton dari total kenaikan sebesar 200 ribu ton. Namun terjadi penurunan pada ekspor produk lain terutama refined palm oil.
“Naiknya ekspor sawit salah satunya didorong oleh kenaikan harga CPO, dari rata-rata USD526 pada bulan Mei menjadi USD602 per ton-Cif Rotterdam pada Juni. Nilai ekspor juga naik dari USD1,474 miliar menjadi USD1,624 miliar,” ujar Joko. ( Baca juga:Jokowi Minta Politik Identitas Tak Digunakan di Pilkada Serentak 2020 )
Joko juga mengatakan, sejumlah negara tujuan ekspor sejak Februari sudah lock down. Sehingga, pasar utama sawit seperti Eropa, China, dan sejumlah negara lainnya mengalami pelemahan. Hanya beberapa negara, seperti India (plus 23%), Amerika (plus 7%) dan Pakistan (plus 1% ).
"Lantaran sejumlah negara tujuan ekspor mengalami lock down, volume ekspor sepanjang semester I pun terkontraksi 15,5 juta ton, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 17,5 juta ton," tandasnya.
“Naiknya ekspor sawit salah satunya didorong oleh kenaikan harga CPO, dari rata-rata USD526 pada bulan Mei menjadi USD602 per ton-Cif Rotterdam pada Juni. Nilai ekspor juga naik dari USD1,474 miliar menjadi USD1,624 miliar,” ujar Joko. ( Baca juga:Jokowi Minta Politik Identitas Tak Digunakan di Pilkada Serentak 2020 )
Joko juga mengatakan, sejumlah negara tujuan ekspor sejak Februari sudah lock down. Sehingga, pasar utama sawit seperti Eropa, China, dan sejumlah negara lainnya mengalami pelemahan. Hanya beberapa negara, seperti India (plus 23%), Amerika (plus 7%) dan Pakistan (plus 1% ).
"Lantaran sejumlah negara tujuan ekspor mengalami lock down, volume ekspor sepanjang semester I pun terkontraksi 15,5 juta ton, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 17,5 juta ton," tandasnya.
(uka)
Lihat Juga :