Ekonomi China Lesu Digebuk Tarif Trump, Deflasi Produsen Terburuk dalam 2 Tahun

Senin, 09 Juni 2025 - 20:58 WIB
"Ekspor mungkin sedikit membaik bulan ini, tetapi tekanan akan kembali meningkat jika tarif AS naik lagi di akhir tahun," kata Zichun Huang, Ekonom Capital Economics.

Surplus perdagangan China pada Mei mencapai USD103,22 miliar, naik dari USD96,18 miliar di April. Namun, pertumbuhan ini lebih disebabkan oleh penurunan impor yang lebih cepat daripada peningkatan ekspor.

Sektor manufaktur China juga tertekan. Indeks Harga Produsen (PPI) yang minus menunjukkan perusahaan kesulitan menaikkan harga di tengah persaingan ketat dan permintaan yang lemah.

Baca Juga: Presiden Trump Perintahkan Pasukan Garda Nasional AS Bebaskan Los Angeles dari Kerusuhan

Pemerintah China telah merespons dengan stimulus moneter, termasuk pemotongan suku bunga dan program pinjaman senilai 500 miliar yuan. Namun, upaya ini belum cukup mendongkrak kepercayaan bisnis dan konsumen. Di pasar domestik, penjualan ritel melambat, sementara industri properti masih stagnan. Penjualan mobil, misalnya, hanya tumbuh 13,9% YoY pada Mei, turun dari 14,8% di April.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!