5 Negara Berkembang yang Terlilit Utang Besar ke China, Produksi Minyak Sampai Jadi Jaminan

Rabu, 11 Juni 2025 - 20:46 WIB

2. Angola

Angola, salah satu produsen minyak terbesar di Afrika, memiliki utang USD17,9–USD22 miliar ke China. Pinjaman ini awalnya digunakan untuk membangun jalan, rel kereta, dan kilang minyak. Namun, jatuhnya harga minyak dunia membuat Angola kesulitan melunasi utang, hingga terpaksa menyerahkan sebagian produksi minyak sebagai pembayaran.

3. Ethiopia

Ethiopia mencatat utang USD7,4–7,9 miliar ke China, terutama untuk pembangunan jalur kereta api Addis Ababa-Djibouti dan sejumlah jalan tol. Namun, proyek-proyek ini belum menghasilkan pendapatan yang memadai, sementara pembayaran utang telah mencapai 20% dari total pendapatan negara.

4. Kenya

Kenya terikat utang USD7,4 miliar ke China, sebagian besar untuk pembangunan jalur kereta api Standard Gauge Railway (SGR). Proyek senilai USD5 miliar ini disebut terlalu mahal dan kurang menguntungkan, membuat Kenya kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran utang.

5. Sri Lanka

Sri Lanka menjadi contoh tragis gagal bayar utang ke China. Dengan utang USD6,8–7,2 miliar, negara ini terpaksa menyerahkan pengelolaan Pelabuhan Hambantota kepada China selama 99 tahun. Kasus ini memicu kekhawatiran global atas praktik "debt-trap diplomacy" Beijing.

Utang besar ke China tidak hanya membebani APBN, tetapi juga mengancam kedaulatan ekonomi. Sejumlah negara terpaksa mengalokasikan anggaran besar untuk membayar utang, mengorbankan sektor kesehatan dan pendidikan.

Baca Juga: Rusia Usulkan Pemindahan Kantor Pusat PBB dari AS, Apa Alasannya?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!