5 Negara Berkembang yang Terlilit Utang Besar ke China, Produksi Minyak Sampai Jadi Jaminan

Rabu, 11 Juni 2025 - 20:46 WIB
Belt and Road Initiative (BRI) disebut sebagai alat China memperluas pengaruh melalui pinjaman infrastruktur. Namun, banyak proyek BRI yang dinilai tidak transparan dan berisiko tinggi, memicu ketergantungan jangka panjang.

Negara seperti Laos, Maladewa, dan Bangladesh juga mulai merasakan tekanan utang serupa. Para ekonom memperingatkan agar negara-negara berkembang lebih berhati-hati dalam menerima pinjaman dari China.

Pemerintah China membantah tuduhan "debt-trap diplomacy", menyatakan pinjaman mereka membantu pembangunan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan banyak negara terjebak dalam krisis utang.

Sejumlah negara mulai merundingkan restrukturisasi utang, tetapi prosesnya seringkali rumit. Sementara itu, IMF dan Bank Dunia mendorong transparansi dalam pembiayaan infrastruktur. Indonesia, yang juga menerima pinjaman China untuk proyek seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung, perlu belajar dari kasus ini agar tidak terjebak dalam kondisi serupa.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!