India Mendesak Pakta Digital BRICS, Bunyikan Lonceng Peringatan Hegemoni AS

Rabu, 11 Juni 2025 - 22:34 WIB
India menyoroti pencapaiannya melalui sistem identitas digital Aadhaar yang telah mencakup lebih dari 950 juta warga, serta sistem pembayaran real-time UPI (Unified Payments Interface) yang kini menyumbang 46 persen dari total transaksi digital dunia. Kedua inisiatif ini menjadi bagian dari pilar penting transformasi digital India yang kini dijadikan model untuk BRICS.

Pakta digital yang diusulkan mencakup kerja sama dalam keamanan siber, perlindungan data, dan kepercayaan digital. Program Digital Bharat Nidhi, yang mendanai proyek-proyek seperti BharatNet, telah menghubungkan lebih dari 218.000 dewan desa dengan jaringan serat optik, mendekatkan infrastruktur digital ke masyarakat akar rumput.

Dengan perluasan keanggotaan BRICS yang kini mencakup 11 negara termasuk Indonesia, Arab Saudi, Iran, dan Uni Emirat Arab, inisiatif ini menandai fase baru dalam arah kebijakan ekonomi global. Koalisi ini memiliki kekuatan ekonomi kolektif yang cukup untuk membentuk regulasi kripto dan perdagangan digital di luar pengaruh dolar AS.

"Digitalisasi bukan cuma soal teknologi, tetapi soal membentuk ulang arsitektur global," kata Chandra.

Ia menegaskan bahwa penguatan kerja sama digital BRICS akan menjadi batu loncatan menuju integrasi sistem keuangan yang lebih seimbang dan multilateral. India juga menyoroti kemajuan dalam adopsi teknologi 4G dan 5G, yang kini menjangkau masing-masing 95% dan 80% populasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!