India Mendesak Pakta Digital BRICS, Bunyikan Lonceng Peringatan Hegemoni AS
Rabu, 11 Juni 2025 - 22:34 WIB
Dengan tarif data termurah di dunia, India menjelma menjadi negara dengan akses digital paling terjangkau, memperkuat posisinya sebagai pemimpin global dalam transformasi digital. Platform seperti Sanchar Saathi, yang membantu mencegah penipuan telekomunikasi, dan kerangka hukum India yang kian matang, menjadi landasan ekosistem digital yang aman dan transparan. Hal ini sejalan dengan aspirasi BRICS untuk mengembangkan sistem keuangan digital yang lebih berdaulat.
Inisiatif ini, jika disepakati, akan membuka jalan bagi pengembangan mata uang digital BRICS yang dapat digunakan untuk perdagangan internasional antarnegaranya. Langkah ini dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan menciptakan sistem baru yang lebih multipolar.
Baca Juga: Rusia Tuding Pemimpin Jerman Dorong Berlin Berperang Melawan Moskow
Meski belum menjadi kebijakan resmi, usulan India mendapat dukungan awal dari beberapa negara anggota yang juga sedang membangun kapabilitas digital nasionalnya. Indonesia, sebagai anggota baru BRICS, disebut berpotensi memainkan peran strategis dalam konsolidasi ekonomi digital Global South.
Pergeseran ini menandai babak baru dalam kontestasi pengaruh ekonomi global, di mana teknologi digital menjadi arena baru untuk menantang dominasi lama. Pakta digital BRICS bukan hanya soal pertukaran data, tetapi juga simbol perlawanan terhadap ketimpangan struktural lama dalam sistem keuangan dunia.
Inisiatif ini, jika disepakati, akan membuka jalan bagi pengembangan mata uang digital BRICS yang dapat digunakan untuk perdagangan internasional antarnegaranya. Langkah ini dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan menciptakan sistem baru yang lebih multipolar.
Baca Juga: Rusia Tuding Pemimpin Jerman Dorong Berlin Berperang Melawan Moskow
Meski belum menjadi kebijakan resmi, usulan India mendapat dukungan awal dari beberapa negara anggota yang juga sedang membangun kapabilitas digital nasionalnya. Indonesia, sebagai anggota baru BRICS, disebut berpotensi memainkan peran strategis dalam konsolidasi ekonomi digital Global South.
Pergeseran ini menandai babak baru dalam kontestasi pengaruh ekonomi global, di mana teknologi digital menjadi arena baru untuk menantang dominasi lama. Pakta digital BRICS bukan hanya soal pertukaran data, tetapi juga simbol perlawanan terhadap ketimpangan struktural lama dalam sistem keuangan dunia.
(nng)
Lihat Juga :