Indonesia-Eropa Sepakat Akhiri Perundingan Dagang, Sawit Masuk Perjanjian

Jum'at, 13 Juni 2025 - 18:19 WIB

Manfaat bagi Eksportir

Pemerintah memproyeksikan kenaikan ekspor hingga 50% dalam tiga tahun setelah implementasi. Sektor tekstil dan pakaian jadi yang saat ini dikenai tarif 8-12% akan mendapat fasilitas bebas bea masuk.

"Posisi kita akan setara dengan Vietnam dan Malaysia," tegas Airlangga. Selain itu, produk pertanian seperti kopi, kakao, dan karet juga akan mendapat preferensi tarif.

Baca Juga: Buka Indo Defence 2024, Presiden Prabowo Sebut Try Sutrisno Sesepuh TNI

Capain penting lainnya adalah inklusi kelapa sawit dalam perjanjian. Komoditas ini dibagi dalam dua kategori: food grade dan fuel grade. "Ini kemajuan besar setelah sebelumnya sempat dikecualikan," ujar Airlangga.

Indonesia juga berhasil memasukkan bab khusus tentang trade and sustainability, termasuk mitigasi dampak EUDR (European Union Deforestation Regulation) yang selama ini menjadi hambatan ekspor sawit.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!