Perang Israel-Iran Guncang Pasar Kripto, Investor Diminta Waspada

Jum'at, 13 Juni 2025 - 19:37 WIB
Menurut Antony, likuidasi massal saat ini bukan sinyal negatif, melainkan proses pembersihan leverage yang diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar. "Ini seperti detoksifikasi pasar, membersihkan posisi overleveraged agar pergerakan berikutnya lebih sehat dan matang," jelasnya.

Ia menekankan pentingnya visi jangka panjang bagi investor. Mereka yang mampu membeli saat terjadi kepanikan justru berpeluang memperoleh keuntungan lebih besar. “Ketidakpastian adalah tantangan sekaligus peluang, asalkan investor mampu menjaga mental dan belajar dari gejolak pasar,” tambah Antony.

Tekanan pada Bitcoin juga diperparah oleh kondisi makroekonomi global. Peluang penurunan suku bunga The Fed semakin kecil, dengan probabilitas 0 persen untuk penurunan pada pertemuan FOMC 18 Juni 2025. Sebaliknya, probabilitas penahanan tingkat bunga mencapai 99,8 persen.

Investor juga memperhatikan data Producer Price Index (PPI) AS yang dirilis pada 12 Juni 2025. Data ini berpotensi menambah tekanan negatif terhadap pergerakan Bitcoin setelah Indeks Harga Konsumen (CPI) AS tercatat 2,4%.

Antony mengimbau investor untuk lebih mandiri dalam mengambil keputusan investasi dengan melakukan riset dan memahami instrumen yang dibeli, bukan hanya mengikuti rumor atau pergerakan sesaat. "Ini saatnya melakukan due diligence agar investasi sesuai visi dan toleransi risiko," tegas dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!