Dolar AS Jatuh ke Level Terendah sejak 2022 Seiring Suramnya Prospek Ekonomi

Minggu, 15 Juni 2025 - 11:34 WIB
Federal Reserve atau bank sentral AS dijadwalkan bakal menggelar pertemuan untuk membahas kebijakan berikutnya pada 18 Juni, mendarang. Sebelumnya dalam sesi tengah pekan kemarin, dolar mengalami tekanan setelah Presiden Donald Trump mengatakan, akan segera memberitahukan mitra dagangnya tentang bea unilateral.

“Ancaman tarif yang diperbarui oleh Trump memicu kekhawatiran tentang ekonomi AS, yang berimbas pada peningkatan taruhan terhadap pelonggaran Fed,” kata Helen Given, seorang trader valuta asing di Monex Inc.

Ia juga menambahkan, bahwa indeks dolar bisa jatuh 5% hingga 6% lagi tahun ini. Paul Tudor Jones, pendiri hedge fund makro Tudor Investment Corp., mengatakan bahwa dolar mungkin turun 10% dalam setahun dari sekarang karena ia memperkirakan suku bunga jangka pendek akan dipotong “secara dramatis” pada tahun depan.

Sejauh ini di tahun 2025, dolar turun lebih dari 8% seiring para investor memperkirakan bahwa kebijakan perdagangan dan pajak Trump akan membebani ekonomi. Para strategis Wall Street telah memperingatkan bahwa dolar memiliki ruang lebih jauh untuk jatuh semakin dalam.

Pelemahan dolar AS sejalan dengan trader spekulatif yang dilacak oleh Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas yang memegang sekitar USD12,2 miliar yang memprediksi pelemahan dolar lebih lanjut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!