Hilirisasi Kemenyan, Luhut: Nilainya Besar dan Dampaknya Nyata

Senin, 16 Juni 2025 - 19:35 WIB
"Namun ironisnya, harga di tingkat petani masih terlalu rendah. Padahal, ekspor kemenyan kita pada 2024 mencapai 43 ribu ton dengan nilai lebih dari USD 52 juta. Sekitar 30 persen masyarakat di Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan bergantung hidup dari komoditas ini," tulis Luhut.

Hal inilah yang menjadi sebab, Luhut berencana mulai mengembangkan hilirisasi kemenyan berbasis komunitas. Dengan teknologi sederhana seperti distilasi uap, petani bisa menghasilkan minyak kemenyan, resin terstandar, hingga bioaktif siap ekspor.

"Kita tidak butuh pabrik besar, yang kita butuhkan adalah kemauan memberi nilai tambah di tempat kemenyan itu tumbuh," paparnya.

Minat dari pelaku usaha dan mitra potensial mulai terbentuk. Ke depan terang Luhut, yang dibutuhkan adalah kerja sama yang terintegrasi dari lintas kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha agar hilirisasi kemenyan benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

"Saat ini, kami tengah menyiapkan peta digital sebaran lahan dan pohon kemenyan untuk memastikan setiap langkah pembangunan dilakukan berbasis data dan kebutuhan di lapangan," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!