Putin Perintahkan Sambut Kembali Perusahaan Asing yang Hengkang dari Rusia

Minggu, 29 Juni 2025 - 10:56 WIB
Ditekankan juga oleh Putih bahwa bagaimanapun, kepentingan perusahaan lokal juga harus diperhitungkan. Setelah bertemu dengan kelompok domestik Delovaya Rossiya, Putin menginstruksikan pemerintah untuk memeriksa proposal mengenai syarat-syarat di mana "individu dari negara asing yang tidak bersahabat" dapat berbisnis di Rusia serta memperoleh properti dan saham.

Daftar "negara tidak bersahabat" yang dibuat Rusia saat ini mencakup sebagian besar anggota UE (Uni Eropa), serta AS (Amerika Serikat), Inggris, Kanada, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov mengatakan, minggu lalu bahwa pembatasan investasi dari negara-negara "tidak bersahabat" bisa dilonggarkan.

Pada bulan Mei, Putin mengutarakan, Rusia harus mengembangkan pendekatan "pragmatis" terhadap perusahaan-perusahaan asing dan menilai tindakan mereka di masa lalu secara kasus per kasus. "Jika itu menguntungkan kita untuk melihat sebuah perusahaan kembali, kita harus mengizinkannya. Jika tidak, kita harus menemukan seribu alasan untuk menghalanginya," ungkap Putin.

Baca Juga: Ekonomi Rusia Sedang Melemah, Tapi Tidak Hancur

Utusan investasi Kremlin Kirill Dmitriev mengatakan pada bulan April bahwa perusahaan-perusahaan AS diperkirakan telah kehilangan USD300 miliar atau sekitar Rp4.799 triliun (kurs Rp15.997 per USD) karena keluar dari pasar Rusia. Washington dan Moskow menghidupkan kembali negosiasi pada awal tahun 2025 dan setuju untuk secara bertahap memulihkan hubungan yang terputus oleh pemerintahan Biden pada tahun 2022.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!