Prabowo Resmikan Proyek Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi, Nilai Investasi Hampir Rp100 T
Minggu, 29 Juni 2025 - 15:41 WIB
Proyek tersebut dikembangkan oleh konsorsium PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan CATL-Brunp-Lygend (CBL), bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total investasi mencapai USD5,9 miliar dan mencakup lahan seluas 3.023 hektare. Nilai investasi tersebut setara dengan Rp94,4 triliun dengan asumsi kurs Rp16 ribu per dolar AS.
Proyek tersebut terdiri dari enam subproyek terintegrasi yang tersebar di dua lokasi utama: lima di Halmahera Timur dan satu di Karawang. Untuk di Karawang, pembangunan pabrik baterai lithium-ion dilakukan oleh PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), hasil kerja sama antara IBC dan konsorsium CBL.
Baca Juga: RI Punya Tambang, Pabrik Baterai Sampai Mobil Listrik! Nilai Investasinya Rp160,6 Triliun
Sedangkan di Halmahera Timur, pengembangan dilakukan melalui perusahaan patungan PT Feni Haltim antara ANTAM dan Hong Kong CBL Limited, yang mencakup kegiatan pertambangan nikel, dua jenis smelter (pirometalurgi dan hidrometalurgi), pabrik bahan katoda, serta fasilitas daur ulang baterai.
Proyek tersebut terdiri dari enam subproyek terintegrasi yang tersebar di dua lokasi utama: lima di Halmahera Timur dan satu di Karawang. Untuk di Karawang, pembangunan pabrik baterai lithium-ion dilakukan oleh PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), hasil kerja sama antara IBC dan konsorsium CBL.
Baca Juga: RI Punya Tambang, Pabrik Baterai Sampai Mobil Listrik! Nilai Investasinya Rp160,6 Triliun
Sedangkan di Halmahera Timur, pengembangan dilakukan melalui perusahaan patungan PT Feni Haltim antara ANTAM dan Hong Kong CBL Limited, yang mencakup kegiatan pertambangan nikel, dua jenis smelter (pirometalurgi dan hidrometalurgi), pabrik bahan katoda, serta fasilitas daur ulang baterai.
(akr)
Lihat Juga :