Eropa Diperingatkan, Sanksi Keras ke Rusia Bakal Jadi Senjata Makan Tuan
Senin, 30 Juni 2025 - 17:37 WIB
Namun upaya Eropa tidak mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat (AS) yang sejauh ini menolak untuk memperketat sanksi terhadap Moskow. Ketika ditanya tentang pernyataan para pemimpin Eropa, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa memperketat sanksi akan memaksa Rusia untuk bernegosiasi mengakhiri perang, Kremlin hanya mengatakan bahwa hanya logika dan argumen yang dapat memaksa Rusia untuk bernegosiasi.
"Semakin serius paket sanksi yang, saya ulangi, kami anggap ilegal, semakin serius pula dampaknya seperti peluru yang mengenai bahu. Ini adalah pedang bermata dua," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov seperti dilansir Reuters.
Peskov mengatakan, bahwa dia tidak meragukan Uni Eropa akan memberlakukan sanksi lebih lanjut, akan tetapi Rusia telah membangun "ketahanan" terhadap sanksi semacam itu. Baca Juga: Gantikan AS, Survei Mengungkap Rusia Menemukan Musuh Terbesar Baru
Presiden Vladimir Putin mengatakan, bahwa sanksi tambahan Uni Eropa terhadap Rusia hanya akan menyakiti Eropa lebih banyak. Ia juga menunjukkan bahwa ekonomi Rusia tumbuh sebesar 4,3% pada tahun 2024 dibandingkan pertumbuhan zona euro sebesar 0,9%.
"Semakin serius paket sanksi yang, saya ulangi, kami anggap ilegal, semakin serius pula dampaknya seperti peluru yang mengenai bahu. Ini adalah pedang bermata dua," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov seperti dilansir Reuters.
Peskov mengatakan, bahwa dia tidak meragukan Uni Eropa akan memberlakukan sanksi lebih lanjut, akan tetapi Rusia telah membangun "ketahanan" terhadap sanksi semacam itu. Baca Juga: Gantikan AS, Survei Mengungkap Rusia Menemukan Musuh Terbesar Baru
Presiden Vladimir Putin mengatakan, bahwa sanksi tambahan Uni Eropa terhadap Rusia hanya akan menyakiti Eropa lebih banyak. Ia juga menunjukkan bahwa ekonomi Rusia tumbuh sebesar 4,3% pada tahun 2024 dibandingkan pertumbuhan zona euro sebesar 0,9%.
(akr)
Lihat Juga :