Perang Dagang Memanas, BRICS Bakal Susun Ulang Aturan Ekspor Tanah Jarang di KTT 2025

Selasa, 01 Juli 2025 - 07:29 WIB
Baca Juga: BRICS Bertekad Gulingkan Dolar AS dengan Mata Uang Baru, Nyata atau Sekadar Ilusi?

Tindakan China tersebut memicu gejolak di pasar global, memutus sebagian besar rantai pasok, dan mendorong lonjakan permintaan dari negara-negara pengimpor. Isu ini diperkirakan akan mendominasi pembahasan dalam KTT BRICS mendatang.

Duta Besar BRICS untuk Brasil, Kenneth Nobrega, mengonfirmasi bahwa topik REE akan menjadi salah satu agenda utama. "Negara-negara BRICS menyumbang bagian besar dari pasokan REE global. Ini bukan isu biasa, tapi dampak langsung dari perang dagang," ujar dia, dikutip dari Watcher Guru, Selasa (1/7).

Menurut Nobrega, diskusi mengenai tanah jarang penting untuk memastikan kestabilan rantai pasok dan perdagangan yang adil, terutama bagi negara berkembang yang paling terdampak oleh tensi geopolitik.

Dalam wawancara terpisah dengan Business Standard, Nobrega menegaskan, pembahasan belum sampai tahap negosiasi formal. Meski demikian, posisi kolektif BRICS yang menguasai 42 persen pasokan minyak dan gas dunia serta 70 persen pasokan REE memberi mereka posisi tawar yang signifikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!