AII dan BPDPKS Perluas Pemanfaatan Teknologi Sawit untuk Petani dan UMKM
Selasa, 01 Juli 2025 - 08:42 WIB
Selain itu, aplikasi digital berbasis Android yang memuat standar budidaya kelapa sawit juga diperkenalkan. Aplikasi ini memungkinkan petani berkonsultasi dan mengelola kebunnya secara lebih efisien untuk meningkatkan produktivitas.
Baca Juga: Ekspor Sawit Indonesia Sumbang Lebih dari Rp480 Triliun per Tahun
Terkait penyakit Ganoderma yang masih menjadi ancaman utama di perkebunan rakyat, diseminasi ini juga mengenalkan teknologi pengendalian berbasis fungisida nabati yang telah terbukti efektif secara kuratif.
Dalam penutupan acara, M. Yunus menyatakan bahwa kegiatan ini akan dilanjutkan ke Kalimantan Selatan pada Agustus 2025. Ia berharap kegiatan sosialisasi secara intensif ini mampu mempercepat adopsi teknologi hasil riset GRS oleh para petani dan pelaku UMKM sawit.
"Inilah wujud konkret agar riset tidak berhenti di meja laboratorium, tapi sampai ke kebun petani. Diharapkan produktivitas dan kesejahteraan petani kelapa sawit semakin meningkat," pungkas Yunus.
Baca Juga: Ekspor Sawit Indonesia Sumbang Lebih dari Rp480 Triliun per Tahun
Terkait penyakit Ganoderma yang masih menjadi ancaman utama di perkebunan rakyat, diseminasi ini juga mengenalkan teknologi pengendalian berbasis fungisida nabati yang telah terbukti efektif secara kuratif.
Dalam penutupan acara, M. Yunus menyatakan bahwa kegiatan ini akan dilanjutkan ke Kalimantan Selatan pada Agustus 2025. Ia berharap kegiatan sosialisasi secara intensif ini mampu mempercepat adopsi teknologi hasil riset GRS oleh para petani dan pelaku UMKM sawit.
"Inilah wujud konkret agar riset tidak berhenti di meja laboratorium, tapi sampai ke kebun petani. Diharapkan produktivitas dan kesejahteraan petani kelapa sawit semakin meningkat," pungkas Yunus.
(nng)
Lihat Juga :