Neraca Dagang RI Surplus 61 Bulan Beruntun, Tembus USD4,30 Miliar per Mei
Selasa, 01 Juli 2025 - 13:20 WIB
Sementara, neraca perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 1,53 miliar, terutama berasal dari hasil minyak dan minyak mentah. Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Mei 2025, Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan sebesar USD 15,38 miliar.
Dari angka tersebut, surplus nonmigas mencapai USD 23,10 miliar, sedangkan sektor migas masih defisit sebesar USD 7,72 miliar. Ekspor Indonesia pada periode Januari-Mei 2025 tercatat mencapai USD 111,98 miliar atau naik 6,98 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar USD 106,67 miliar.
Kenaikan ini ditopang oleh sektor nonmigas yang naik 8,22 persen menjadi USD 106,06 miliar. Sementara ekspor migas turun 11,26 persen menjadi USD 5,92 miliar.
Pudji menyebut sektor industri pengolahan menjadi kontributor utama pertumbuhan ekspor nonmigas dengan andil sebesar 12 persen. Komoditas yang mencatat pertumbuhan signifikan meliputi minyak kelapa sawit, logam dasar bukan besi, kimia dasar organik berbasis hasil pertanian, semikonduktor, serta lemak dan minyak kakao.
Jika dilihat berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke China sepanjang Januari–Mei 2025 tercatat mencapai USD 24,25 miliar atau naik 8,38 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Ekspor ke Amerika Serikat, ASEAN, dan Uni Eropa juga menunjukkan peningkatan, sementara ke India justru mengalami penurunan.
Dari angka tersebut, surplus nonmigas mencapai USD 23,10 miliar, sedangkan sektor migas masih defisit sebesar USD 7,72 miliar. Ekspor Indonesia pada periode Januari-Mei 2025 tercatat mencapai USD 111,98 miliar atau naik 6,98 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar USD 106,67 miliar.
Kenaikan ini ditopang oleh sektor nonmigas yang naik 8,22 persen menjadi USD 106,06 miliar. Sementara ekspor migas turun 11,26 persen menjadi USD 5,92 miliar.
Pudji menyebut sektor industri pengolahan menjadi kontributor utama pertumbuhan ekspor nonmigas dengan andil sebesar 12 persen. Komoditas yang mencatat pertumbuhan signifikan meliputi minyak kelapa sawit, logam dasar bukan besi, kimia dasar organik berbasis hasil pertanian, semikonduktor, serta lemak dan minyak kakao.
Jika dilihat berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke China sepanjang Januari–Mei 2025 tercatat mencapai USD 24,25 miliar atau naik 8,38 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Ekspor ke Amerika Serikat, ASEAN, dan Uni Eropa juga menunjukkan peningkatan, sementara ke India justru mengalami penurunan.
Lihat Juga :