Polis Asuransi Bakal Dijamin LPS Mulai 2028, Ini Pertimbangannya
Kamis, 03 Juli 2025 - 21:02 WIB
Namun, menurut Purbaya pertimbangan efisiensi dan biaya menjadi penentu, tetapi di sisi lain Ia tak bisa menolak. "Tapi tanya lagi sama dia, 'Yang paling murah mana? Bikin baru atau ditempelkan ke LPS?' Salahnya saya enggak bisa bohong ya, Pak. Yang paling murah ya tempelan ke LPS. Ya sudah ditempatkan," ungkap Purbaya.
Keputusan untuk menjamin polis asuransi ini muncul setelah industri asuransi menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir, yang berdampak pada kepercayaan publik.
"Kenapa itu terjadi? Memang pada waktu itu sebelum ya beberapa tahun terakhir lah ya kita mendengar kan banyak ada beberapa industri asuransi yang jatuh seperti jiwa. Ada beberapa lagi yang kabur orangnya ke Amerika uang nasabah hilang dari ini, itu kan meresahkan sekali dan menggerus kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap industri asuransi," jelasnya.
Purbaya menekankan, pentingnya industri asuransi yang kuat bagi pembangunan ekonomi. Asuransi menyediakan dana jangka panjang yang berbeda dengan perbankan, sehingga dapat digunakan untuk membiayai proyek-proyek jangka panjang dan menghindari masalah ketidaksesuaian jatuh tempo (maturity mismatch).
"Padahal asuransi diperlukan untuk pembangunan juga. Kenapa? Asuransi dananya jangka panjang, bukan kayak perbankan sebulan sampai 6 bulan ditarik ya. Ini bisa jangka panjang. Jadi perencanaannya lebih bagus untuk bisa kalau uang banyak di asuransi, maka ada banyak dana jangka panjang yang bisa dipakai untuk membantu membiayai proyek jangka panjang juga. Jadi enggak ada maturity mismatch lagi. Jadi kita perlu industri asuransi yang kuat juga untuk memperkuat sistem keuangan di Indonesia," paparnya.
Keputusan untuk menjamin polis asuransi ini muncul setelah industri asuransi menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir, yang berdampak pada kepercayaan publik.
"Kenapa itu terjadi? Memang pada waktu itu sebelum ya beberapa tahun terakhir lah ya kita mendengar kan banyak ada beberapa industri asuransi yang jatuh seperti jiwa. Ada beberapa lagi yang kabur orangnya ke Amerika uang nasabah hilang dari ini, itu kan meresahkan sekali dan menggerus kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap industri asuransi," jelasnya.
Purbaya menekankan, pentingnya industri asuransi yang kuat bagi pembangunan ekonomi. Asuransi menyediakan dana jangka panjang yang berbeda dengan perbankan, sehingga dapat digunakan untuk membiayai proyek-proyek jangka panjang dan menghindari masalah ketidaksesuaian jatuh tempo (maturity mismatch).
"Padahal asuransi diperlukan untuk pembangunan juga. Kenapa? Asuransi dananya jangka panjang, bukan kayak perbankan sebulan sampai 6 bulan ditarik ya. Ini bisa jangka panjang. Jadi perencanaannya lebih bagus untuk bisa kalau uang banyak di asuransi, maka ada banyak dana jangka panjang yang bisa dipakai untuk membantu membiayai proyek jangka panjang juga. Jadi enggak ada maturity mismatch lagi. Jadi kita perlu industri asuransi yang kuat juga untuk memperkuat sistem keuangan di Indonesia," paparnya.
Lihat Juga :