IMF dan Bank Dunia Dikecam karena Lebih Memihak Ukraina Dibandingkan Afrika

Rabu, 09 Juli 2025 - 07:59 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia ini menekankan bahwa negara-negara BRICS telah memberikan perhatian khusus pada reformasi tata kelola keuangan global selama pertemuan puncak. Dia juga menegaskan kembali seruan kelompok itu untuk redistribusi kuota dan hak suara IMF yang dipercepat agar lebih mencerminkan bobot ekonomi pasar berkembang.

Lavrov juga menyoroti dinamika yang berubah dalam ekonomi global, dimana menurutnya bahwa negara-negara Global Selatan dan Timur semakin menjadi penggerak utama pertumbuhan. Ia menekankan pengaruh yang semakin besar dari organisasi regional seperti Uni Afrika dan memposisikan BRICS sebagai kekuatan utama dalam membentuk tatanan ekonomi baru.

Baca Juga: BRICS Desak Perubahan Besar di IMF, Minta Kepemimpinan Barat Diakhiri

Menurut Lavrov, kelompok ini bertujuan "untuk membangun arsitektur ekonomi global yang lebih stabil berdasarkan prinsip universalisme, transparansi, non-diskriminasi, dan akses yang setara terhadap peluang dan instrumen yang tersedia."

BRICS, yang menggelar KTT pertamanya pada tahun 2009, saat ini mencakup Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, UAE, Ethiopia, Indonesia, dan Iran. Pada awal 2025, Bolivia, Belarusia, Bolivia, Kazakhstan, Malaysia, Thailand, Uganda, Uganda, dan Uzbekistan menjadi mitra blok tersebut. Pada bulan Juni, mereka bergabung dengan Vietnam.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!