Trump Tuding BRICS Gerogoti Dolar AS, Ini Respons Tegas dari Negara Anggota
Rabu, 09 Juli 2025 - 16:25 WIB
Presiden Brasil Luiz InĂ¡cio Lula da Silva menilai ancaman Trump sebagai langkah keliru dan tidak bertanggung jawab. "Dunia telah berubah. Kami tidak menginginkan seorang kaisar. Kami adalah negara-negara berdaulat," ujarnya dalam konferensi pers. Lula menegaskan komitmen BRICS untuk terus mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan melanjutkan pemilihan mata uang alternatif secara bertahap.
Sementara, China memberikan respons lebih diplomatis. Dalam pernyataannya, Beijing menyebut bahwa perang dagang tidak menghasilkan pemenang, dan kebijakan proteksionisme hanya akan menghambat pertumbuhan global.
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa dan Presiden Bolivia Luis Arce turut menyuarakan kekhawatiran, sedangkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh AS menyalahgunakan kekuatan hegemoniknya dalam sistem perdagangan global.
Dalam pernyataan bersama usai pertemuan dua hari di Brasil, para pemimpin BRICS, termasuk Perdana Menteri India Narendra Modi, mengecam langkah-langkah tarif sepihak.
"Kami menyuarakan keprihatinan serius atas meningkatnya tindakan-tindakan tarif dan non-tarif unilateral yang mendistorsi perdagangan dan bertentangan dengan aturan WTO," bunyi pernyataan tersebut.
Meski tidak menyebut nama negara secara eksplisit, pernyataan itu tampak diarahkan kepada Trump. BRICS memperingatkan bahwa praktik tarif yang sembarangan dapat merusak perdagangan global, mengganggu rantai pasok, serta memperbesar ketimpangan ekonomi.
Sementara, China memberikan respons lebih diplomatis. Dalam pernyataannya, Beijing menyebut bahwa perang dagang tidak menghasilkan pemenang, dan kebijakan proteksionisme hanya akan menghambat pertumbuhan global.
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa dan Presiden Bolivia Luis Arce turut menyuarakan kekhawatiran, sedangkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh AS menyalahgunakan kekuatan hegemoniknya dalam sistem perdagangan global.
Dalam pernyataan bersama usai pertemuan dua hari di Brasil, para pemimpin BRICS, termasuk Perdana Menteri India Narendra Modi, mengecam langkah-langkah tarif sepihak.
"Kami menyuarakan keprihatinan serius atas meningkatnya tindakan-tindakan tarif dan non-tarif unilateral yang mendistorsi perdagangan dan bertentangan dengan aturan WTO," bunyi pernyataan tersebut.
Meski tidak menyebut nama negara secara eksplisit, pernyataan itu tampak diarahkan kepada Trump. BRICS memperingatkan bahwa praktik tarif yang sembarangan dapat merusak perdagangan global, mengganggu rantai pasok, serta memperbesar ketimpangan ekonomi.
Lihat Juga :