Trump Ancam Gebuk Brasil dengan Tarif 50%, AS Bakal Dilawan Balik
Jum'at, 11 Juli 2025 - 08:53 WIB
Komentar Trump langsung dibalas Lula di X (dulunya Twitter) dengan menuliskan, bahwa Brasil adalah negara berdaulat dengan lembaga independen dan tidak akan menerima arahan dari pihak lain.”
Ditekankan juga olehnya bahwa penyelidikan kudeta sepenuhnya merupakan urusan peradilan dan tidak dapat diintervensi dari luar. Lula menambahkan, “setiap kenaikan tarif unilateral” akan dihadapi dengan tarif timbal balik pada barang-barang AS.
Tarif 50% bakal menjadikan Brasil sebagai negara dengan tarif impor AS tertinggi secara global. Sebelumnya impor dari Brasil ke AS telah menghadapi tarif minimum 10% sejak Trump mengumumkan tarif global "rekiprosal" pada bulan April – tarif dasar yang diterapkannya pada sebagian besar barang dari sebagian besar negara selama periode negosiasi 90 hari, yang kini telah diperpanjang hingga 1 Agustus.
Menanggapi klaim Trump bahwa kebijakan Brasil menyebabkan "defisit perdagangan yang tidak berkelanjutan terhadap AS," Lula menyebut tuduhan tersebut "tidak akurat." Ia mengutip data pemerintah AS yang menunjukkan surplus USD410 miliar dalam perdagangan barang dan jasa dengan Brasil selama 15 tahun terakhir.
Diketahui bahwa AS merupakan mitra dagang terbesar kedua Brasil setelah China. Menurut data dari Biro Sensus AS, produk ekspor Amerika ke Brasil tahun lalu termasuk di antaranya pesawat dan kendaraan luar angkasa, bahan bakar, reaktor nuklir, dan peralatan listrik.
Ditekankan juga olehnya bahwa penyelidikan kudeta sepenuhnya merupakan urusan peradilan dan tidak dapat diintervensi dari luar. Lula menambahkan, “setiap kenaikan tarif unilateral” akan dihadapi dengan tarif timbal balik pada barang-barang AS.
Tarif 50% bakal menjadikan Brasil sebagai negara dengan tarif impor AS tertinggi secara global. Sebelumnya impor dari Brasil ke AS telah menghadapi tarif minimum 10% sejak Trump mengumumkan tarif global "rekiprosal" pada bulan April – tarif dasar yang diterapkannya pada sebagian besar barang dari sebagian besar negara selama periode negosiasi 90 hari, yang kini telah diperpanjang hingga 1 Agustus.
Menanggapi klaim Trump bahwa kebijakan Brasil menyebabkan "defisit perdagangan yang tidak berkelanjutan terhadap AS," Lula menyebut tuduhan tersebut "tidak akurat." Ia mengutip data pemerintah AS yang menunjukkan surplus USD410 miliar dalam perdagangan barang dan jasa dengan Brasil selama 15 tahun terakhir.
Diketahui bahwa AS merupakan mitra dagang terbesar kedua Brasil setelah China. Menurut data dari Biro Sensus AS, produk ekspor Amerika ke Brasil tahun lalu termasuk di antaranya pesawat dan kendaraan luar angkasa, bahan bakar, reaktor nuklir, dan peralatan listrik.
Lihat Juga :