Perkuat Kerja Sama Strategis, Krakatau Steel Siap Ekspor 10.000 Ton Baja ke AS

Minggu, 13 Juli 2025 - 12:52 WIB
Kepala Riset Praus Capital, Marolop Alfred Nainggolan, menilai bahwa lonjakan harga saham KRAS dalam beberapa pekan terakhir terjadi karena respons pasar terhadap langkah-langkah pertumbuhan anorganik, termasuk kolaborasi strategis dengan Delong Steel. Menurutnya, kepercayaan produsen global terhadap Krakatau Steel menjadi sinyal penting bagi masa depan industri baja nasional.

Kepemilikan mayoritas oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Indonesia (BPI Danantara Indonesia) juga disebut memberi dorongan signifikan terhadap percepatan restrukturisasi Krakatau Steel.

"Setelah seluruh BUMN bergabung di bawah BPI Danantara Indonesia, Krakatau Steel mengalami perubahan signifikan, terutama dalam hal leverage investasi dan percepatan birokrasi," tambah Akbar.

Akbar juga menekankan pentingnya efisiensi dalam pengadaan (procurement) dan produksi. Dengan reaktivasi pabrik Hot Strip Mill 1, Krakatau Steel kini berfokus pada optimalisasi produksi baja berkualitas tinggi guna mendukung proyek-proyek strategis nasional.

Ia menambahkan bahwa Krakatau Steel berkomitmen menjadi tulang punggung industri baja nasional. Penyerapan produk baja domestik dalam proyek strategis akan memperkuat perekonomian nasional dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!