Bersiap Hadapi Era Digital, KADIN Komdigi Gelar Digital Defence Bahas Ancaman Siber dan Kejahatan Berbasis AI
Selasa, 15 Juli 2025 - 16:52 WIB
3. AI dalam Cybercrime: Studi kasus nyata tentang penggunaan deepfake untuk penipuan keuangan dan bypass sistem e-KYC.
4. AI untuk Cyber Defense: Pemanfaatan AI dalam deteksi anomali, klasifikasi insiden, dan pengambilan keputusan otomatis pada operasional keamanan siber.
5. Rekomendasi Strategis untuk Perusahaan di Indonesia: Langkah-langkah praktis membangun keamanan siber, seperti investasi pada teknologi defensive berbasis AI, peningkatan kesadaran dan pelatihan karyawan, dan penguatan kontrol dalam pelindungan data pribadi sesuai mandat dari UU Pelindungan Data Pribadi.
“AI menciptakan medan tempur baru dalam keamanan siber. Perusahaan harus mengubah paradigma: dari sekadar reaktif, menjadi proaktif dan prediktif,” kata Eryk, yang juga dikenal aktif mendorong tata kelola AI di tingkat nasional dan internasional.
Dari kalangan praktisi acara ini akan dihadiri oleh Rifki Reinaldo, CEO SiberMate startup teknologi budaya keamanan siber dan Human Risk Management (HRM).
Rifki akan menjelaskan pentingnya pendekatan human risk management dalam konteks keamanan siber. Berdasarkan riset SiberMate, lebih dari 80% insiden siber melibatkan faktor manusia, mulai dari kelalaian membuka tautan berbahaya hingga penggunaan password yang lemah. Dengan teknologi HRM, perusahaan dapat:
- Melakukan simulasi phishing secara otomatis
4. AI untuk Cyber Defense: Pemanfaatan AI dalam deteksi anomali, klasifikasi insiden, dan pengambilan keputusan otomatis pada operasional keamanan siber.
5. Rekomendasi Strategis untuk Perusahaan di Indonesia: Langkah-langkah praktis membangun keamanan siber, seperti investasi pada teknologi defensive berbasis AI, peningkatan kesadaran dan pelatihan karyawan, dan penguatan kontrol dalam pelindungan data pribadi sesuai mandat dari UU Pelindungan Data Pribadi.
“AI menciptakan medan tempur baru dalam keamanan siber. Perusahaan harus mengubah paradigma: dari sekadar reaktif, menjadi proaktif dan prediktif,” kata Eryk, yang juga dikenal aktif mendorong tata kelola AI di tingkat nasional dan internasional.
Dari kalangan praktisi acara ini akan dihadiri oleh Rifki Reinaldo, CEO SiberMate startup teknologi budaya keamanan siber dan Human Risk Management (HRM).
Rifki akan menjelaskan pentingnya pendekatan human risk management dalam konteks keamanan siber. Berdasarkan riset SiberMate, lebih dari 80% insiden siber melibatkan faktor manusia, mulai dari kelalaian membuka tautan berbahaya hingga penggunaan password yang lemah. Dengan teknologi HRM, perusahaan dapat:
- Melakukan simulasi phishing secara otomatis
Lihat Juga :