Harta Kekayaan Fahri Hamzah, Wamen Perumahan yang Merangkap Jabatan Jadi Komisaris BTN
Selasa, 15 Juli 2025 - 19:39 WIB
Fahri diangkat sebagai Komisaris BTN melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Maret 2025. Ia tetap menjalankan perannya sebagai Wakil Menteri PKP. Kementerian BUMN menyatakan, kehadiran Fahri di jajaran Komisaris BTN diklaim bertujuan memperkuat efisiensi dan transparansi pelaksanaan program perumahan nasional, serta mempercepat koordinasi lintas sektor.
Fahri dikenal sebagai sosok vokal dalam politik nasional dan memiliki latar belakang panjang di bidang aktivisme dan legislatif. Ia lahir di Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada 10 November 1971, dan memulai pendidikan tingginya di Universitas Mataram sebelum melanjutkan ke Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI).
Baca Juga: Pengusaha Indonesia Ini Bangun Kekayaan Rp113 Triliun Tanpa Tambang, Mal atau Bank
Di masa reformasi 1998, Fahri merupakan salah satu pendiri organisasi mahasiswa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Karier politiknya melonjak hingga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2014–2019. Setelah keluar dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ia bersama Anis Matta mendirikan Partai Gelora Indonesia pada 2019 dan tetap aktif dalam kegiatan politik nasional hingga kini.
Fahri dikenal sebagai sosok vokal dalam politik nasional dan memiliki latar belakang panjang di bidang aktivisme dan legislatif. Ia lahir di Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada 10 November 1971, dan memulai pendidikan tingginya di Universitas Mataram sebelum melanjutkan ke Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI).
Baca Juga: Pengusaha Indonesia Ini Bangun Kekayaan Rp113 Triliun Tanpa Tambang, Mal atau Bank
Di masa reformasi 1998, Fahri merupakan salah satu pendiri organisasi mahasiswa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Karier politiknya melonjak hingga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2014–2019. Setelah keluar dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ia bersama Anis Matta mendirikan Partai Gelora Indonesia pada 2019 dan tetap aktif dalam kegiatan politik nasional hingga kini.
(nng)
Lihat Juga :