Pengusaha Indonesia Ini Bangun Kekayaan Rp113 Triliun Tanpa Tambang, Mal atau Bank

Minggu, 13 Juli 2025 - 19:28 WIB
loading...
Pengusaha Indonesia...
Otto Toto Sugiri, pengusaha teknologi asal Indonesia, berhasil membangun kekayaan dan reputasi tanpa bergantung pada sektor tambang, mal maupun perbankan. FOTO/Forbes
A A A
JAKARTA - Otto Toto Sugiri, pengusaha teknologi asal Indonesia, berhasil membangun kekayaan dan reputasi tanpa bergantung pada sektor tambang, mal maupun perbankan. Ia dikenal sebagai pionir bisnis pusat data di Tanah Air dan mendapat julukan "Bill Gates Indonesia" berkat kontribusinya dalam mengembangkan infrastruktur digital nasional.

Lahir di Bandung pada 23 September 1953, Otto menempuh pendidikan teknik komputer di Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule (RWTH) Aachen, Jerman, dan meraih gelar master pada 1980. Kariernya dimulai sebagai IT General Manager di Bank Bali, di mana ia dan timnya mengembangkan perangkat lunak untuk mendukung komputerisasi perbankan, menjadikan bank tersebut salah satu pelopor teknologi canggih di Indonesia.

Baca Juga: Bill Gates Terlempar dari Daftar 10 Besar Orang Terkaya Dunia, Hartanya Lenyap Rp843 Triliun dalam Seminggu

Otto pada 1989, mendirikan PT Sigma Cipta Caraka, perusahaan yang menyediakan solusi perangkat lunak bagi bank-bank nasional. Sigma berkembang pesat seiring deregulasi industri perbankan Indonesia pada awal 1990-an, yang menyebabkan jumlah bank bertambah signifikan dan meningkatkan kebutuhan layanan IT. Pada 2010, Sigma diakuisisi oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dan berganti nama menjadi Telkomsigma. Otto kemudian menjual sebagian besar sahamnya dan sempat mempertimbangkan pensiun.

Pada 2011, Otto melihat peluang besar di industri pusat data dan mendirikan PT DCI Indonesia Tbk, yang kini menjadi salah satu penyedia layanan data center terkemuka di Tanah Air. Di bawah kepemimpinannya sebagai Presiden Direktur sejak 2016, DCI Indonesia meraih sertifikasi Tier IV, klasifikasi tertinggi pusat data global, yang menjamin tingkat ketersediaan layanan hingga 99,995 persen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Rekomendasi
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved