Permintaan Melonjak, Bitcoin Jadi Aset Global Bernilai USD3,67 Triliun

Selasa, 15 Juli 2025 - 22:05 WIB
Kehadiran ETF turut mempermudah akses investor institusional terhadap kripto. "Dengan ETF, mereka tidak perlu lagi menyimpan Bitcoin atau Ether secara langsung. Cukup membeli ETF seperti membeli saham. Ini menjadikan kripto sebagai bagian dari pasar keuangan arus utama," tambah Antony.

Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus Rekor Rp1,9 Miliar, Adopsi Lembaga Keuangan Meluas

Dia menilai, kehadiran regulasi yang semakin jelas juga memperkuat legitimasi pasar kripto. "Dulu kripto dianggap sektor liar, tapi sekarang justru diberi kerangka aturan yang kuat. Ini sinyal bahwa kripto semakin diakui dan bisa bertahan sebagai aset kelas utama," ujarnya.

Meski begitu, Antony mengingatkan agar investor tetap waspada dan menggunakan strategi yang bijak. "Harga tinggi bukan berarti saatnya euforia. Gunakan strategi seperti dollar-cost averaging agar risiko bisa ditekan. Pasar kripto tetap volatil meskipun prospeknya menjanjikan," pesannya.

Dengan kombinasi permintaan tinggi, regulasi yang progresif, serta meningkatnya keterlibatan institusi, rekor USD123.000 dipandang bukan sebagai puncak, melainkan awal dari babak baru dalam sejarah keuangan global berbasis aset digital.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!